Sabtu, 21 Maret 2015

Asal-Usul Nama Tanjung Morawa | Cerita Rakyat Nusantara

Diceritakanlah ada sebuah kampung yang bernama Kampung Pematang Panjang, terletak di tepi sungai Blumei. Sungai tersebut merupakan sarana lalu lintas air yang menghubungkan pusat perdagangan Rantau Panjang di tepi pantai menuju Kampung Talun Kenas yang berada di hulu sungai Blumei. Bagi masyarakat Talun Kenas yang bersuku Karo, apabila berjual beli ke Pasar Rantau Panjang, dalam perjalanan pulang pergi, selalu singgah dan beristirahat di Kampung Pematang Panjang (Tanjung).
Tanpa sebab yang jelas, suatu hari terjadi perselisihan antara beberapa orang warga Kampung Talun Kenas dengan beberapa warga Kampung Pematang Panjang. Perselisihan itu tak dapat dihentikan, bahkan berujung dengan perkelahian. Warga Kampung Talun Kenas kalah dan mereka melaporkan kejadian tersebut kepada kepala kampung. Rasa dendam yang membara membuat mereka bersepakat, membalas kekalahan dengan cara menyerang kembali. Kemudian mereka mengirim lima orang mata-mata yang bergerak di malam hari, untuk mengetahui medan dan kekuatan musuh.

Pada saat melakukan aksinya, mata-mata tersebut merasa sangat letih, lalu mereka pun merebahkan tubuhnya di bawah sebuah pohon yang rindang dan beralaskan daun pohon itu. Ternyata daun tersebut adalah daun jelatang nyiru (daun yang paling gatal). Tidak lama berselang, rasa gatal pun menyerang mereka. Rasa gatal tersebut berubah menjadi rasa sakit karena garukan tangan mereka, sehingga penyelidikan pun dihentikan. Misi mereka gagal total, mereka kembali ke kampung Talun Kenas tanpa membuahkan hasil.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar